Tugas Media Pembelajaran Matematika Berbasis Komputer
Jumat, 11 Januari 2013
Minggu, 30 Desember 2012
Pernyataan Matematika
Setiap
pernyataan adalah kalimat, tetapi tidak semua kalimat merupakan pernyataan.
Perhatikan
kalimat berikut.
1. Kejar motor itu
2. Kelas
berapa sekarang ?
Kalimat-kalimat
diatas tidak menerangkan sesuatu (bukan kalimat deklaratif), sehingga
kalimat-kalimat diatas bukan kalimat pernyataan.
Kalimat yang
dapat digolongkan pernyataan adalah kalimat-kalimatt yang menerangkan sesuatu
(disebut kalimat deklaratif). Namun perlu diingat bahwa tidak semua
kalimat deklaratif itu merupakan pernyataan. Perhatikan kalimat-kalimat
deklaratif berikut ini.
1. Batu itu besar
2. Nasi
Goreng enak
Kalimat-kalimat
diatas dapat benar saja atau salah saja, tetapi bersifat relatif (bergantung
pada keadaan). Kalimat-kalimat tersebut juga bukan pernyataan.
Pernyataan
adalah kalimat yang hanya benar saja atau salah saja, tetapi tidak dapat
sekaligus benar atau salah.
Sifat-sifat Bilangan Riil dalam Operasi Hitung
1. Ketertutupan
Suatu bilangan asli jika dilakukan operaso tambah, hasilnya adalah bilangan asli. Demikian juga dengan operasi kali pada bilangan asli, hasilnya adalah bilangan asli juga. Inilah yang dinamakan dengan sifat tertutup. Dapat disimpulkan bahwa bilangan asli tertutup pada operasi tambah dan operasi kali, tetapi tidak tertutup pada operasi kurang dan operasi bagi pada bilangan asli. Pada sistem bilangan riil, operasi hitung tambah, kurang , kali dan bagi memiliki sifat ketertutupan, kecuali unsur nol dalam operasi bagi.
2. Komutatif (Pertukaran)
Suatu bilangan asli jika dilakukan operaso tambah, hasilnya adalah bilangan asli. Demikian juga dengan operasi kali pada bilangan asli, hasilnya adalah bilangan asli juga. Inilah yang dinamakan dengan sifat tertutup. Dapat disimpulkan bahwa bilangan asli tertutup pada operasi tambah dan operasi kali, tetapi tidak tertutup pada operasi kurang dan operasi bagi pada bilangan asli. Pada sistem bilangan riil, operasi hitung tambah, kurang , kali dan bagi memiliki sifat ketertutupan, kecuali unsur nol dalam operasi bagi.
2. Komutatif (Pertukaran)
Jika bilangan riil a dan b dijumlahkan, hasilnya akan
sama walaupun tempat atau posisi bilangan itu ditukar.
a
+ b = b + a
Sifat ini berlaku juga untuk perkalian, tetapi tidak
berlaku pada operasi pengurangan dan pembagian.
3. Asosiatif (Pengelompokan)
3. Asosiatif (Pengelompokan)
Untuk setiap a, b dan c bilangan riil, berlaku:
(a
+ b) + c = a + (b + c)
Sifat Asosiatif ini berlaku juga untuk perkalian. Sama halnya dengan sifat
komutatif, sifat asosiatif tidak berlaku pada operasi pembagian dan pengurangan.
4. Distributif atau Penyebaran
4. Distributif atau Penyebaran
Untuk setiap a, b, dan c bilangan riil, berlaku sifat
berikut:
a
x (b + c) = (a x b) + (a x c)
atau
(a x b) + c = (a x
c) + (b x c)
5. Elemen Satuan
5. Elemen Satuan
Elemen satuan disebut unsur identitas, sebuah unsur
bilangan yang dioperasikan dengan bilangan lain. Hasilnya adalah bilangan itu
sendiri. Pada operasi penambahan bilangan riil berlaku:
a
+ 0 = 0 + a = a
atau
a
x 1 = 1 x a = a
untuk identitas operasi tambah (+), yaitu 0 dan 1 merupakan unsur identitas
pada operasi kali (x).
6. Invers
6. Invers
Sebuah unsur bilangan jika dioerasikan dengan bilangan
lain akan menghasilkan sebuah unsur identitas. Jika a adalah bilangan riil
berlaku
a
+ (-a) = (-a) + a = 0
invers penjumlahan dari a adalah –a.
CONTOH
Minggu, 16 Desember 2012
Operasi Hitung Bentuk Aljabar
Bentuk aljabar adalah suatu bentuk
matematika yang dalam penyajiannya memuat huruf-huruf untuk mewakili bilangan
yang belum diketahui. Bentuk aljabar dapat dimanfaatkan untuk menyelesaikan
masalah dalam kehidupan sehari-hari. Hal-hal yang tidak diketahui seperti
banyaknya bahan bakar minyak yang dibutuhkan sebuah bis dalam tiap minggu,
jarak yang ditempuh dalam waktu tertentu, atau banyaknya makanan ternak yang
dibutuhkan dalam 3 hari, dapat dicari dengan menggunakan aljabar.
Selanjutnya, pada suatu bentuk aljabar terdapat unsur-unsur aljabar, meliputi variabel, konstanta, faktor, suku sejenis, dan suku tak sejenis.
Agar kalian lebih jelas mengenai unsur-unsur pada bentuk aljabar, pelajarilah uraian berikut.
Selanjutnya, pada suatu bentuk aljabar terdapat unsur-unsur aljabar, meliputi variabel, konstanta, faktor, suku sejenis, dan suku tak sejenis.
Agar kalian lebih jelas mengenai unsur-unsur pada bentuk aljabar, pelajarilah uraian berikut.
- Variabel, konstanta, dan faktor
Variabel adalah lambang
pengganti suatu bilangan yang belum diketahui nilainya dengan jelas. Variabel
disebut juga peubah. Variabel biasanya dilambangkan dengan huruf kecil a, b, c,
..., z.
Konstanta adalah suku dari suatu bentuk aljabar yang
berupa bilangan dan tidak memuat variabel. Jika suatu bilangan a dapat diubah
menjadi a = p x q dengan a, p, q bilangan bulat, maka p dan q disebut faktor-faktor
dari a . Sedangkan yang dimaksud koefisien adalah
faktor konstanta dari suatu suku pada bentuk aljabar.
Perhatikan
contoh berikut:
(i) -7q
(ii) 5x-3
(i) -7q
(ii) 5x-3
Jumat, 14 Desember 2012
Ringkasan Materi Peluang
Ø Titik sampel adalah
kemungkinan-kemungkinan yang muncul.
Ø Ruang sampel adalah semua kejadian yang
mungkin muncul pada suatu percobaan.
Ø Peluang adalah kesempatan suatu
kejadian muncul pada suatu percobaan
P (A) = n(A)/n(S)
Dimana P(A) = peluang kejadian A
n(A) =
banyaknya titik sampel kejadian A
n(S) =
banyaknya anggota ruang sampel
Ø Batas nilai peluang munculnya titik
sampel A adalah 0 ≤ P(A) ≤ 1
a.
Jika P(A) = 0 disebut kemustahilan
b.
Jika P(A) = 1 disebut kepastian
Ø Frekuensi relatif dilambangkan dengan Fr.
Fr = banyaknya kejadian yang dimaksud/ banyaknya percobaan
Ø Frekuensi harapan dilambangkan dengan Fh.
Fh(A) = P(A) × banyaknya
percobaan
note:
.../ ... : dibagi
Minggu, 09 Desember 2012
ADA Band
ADA
Band
adalah sebuah grup musik yang berasal dari Jakarta, Indonesia. Grup
ini awalnya didirikan oleh Suriandika Satjadibrata, Ibrahim Imran, Krishna Balagita, Iso Eddy H. dan E'el Ritonga. Namun di tengah
perjalanan karirnya grup ini mengalami banyak pergantian personel, grup musik
yang melejit melalui tembang-tembangnya seperti "Masih",
"Manusia Bodoh" dan "Karena Wanita" ini personelnya yang
terkini adalah Suriandika Satjadibrata, Donnie Sibarani, Marshal Surya Rachman dan Aditya Pratama.
Perjalanan karier
1995-1997 : Awal terbentuk
Ada Band
terbentuk pada tahun 1996, dengan anggota Ibrahim Imran (Baim) pada gitar & vokal, Iso Eddy Himawarso (Iso) pada keyboard & backing vocal, Krishna Balagita pada
keyboard/piano, Suriandika Satjadibrata pada bass dan Muhammad Abdu Elif Ritonga (E'el) pada drum. Pada tahun 1997, Ada Band merilis
album pertama dengan judul “Seharusnya”. Lagu "Seharusnya" menjadi
andalan dalam album perdana mereka. Awalnya pada tahun 1993, sebelum mereka membentuk Ada Band, Baim, Dika, Iso , E'el dan Herry telah tergabung dalam sebuah grup musik
pengiring yang bermain di kafe atau hotel secara rutin dengan nama B to 90's.
Nama B to 90's itu sendiri adalah sebuah nama
pemberian saat mereka sedang mengisi suatu acara di radio Prambors, Jakarta.
1998-1999 : Awal mula keretakan
Mereka merilis
album kedua, setelah vakum selama 2,5 tahun, berjudul “PerADAban 2000” di bulan
Juli 1999. Lagu di album ini antara lain lagu “Oughh...!!!”, “Bilakah?”, dan
“Tinggalkanlah Cinta”. Tak disangka lagu "Ough" sukses di pasaran
hingga terjual 200 ribu copy lebih dan setelah itu BMG Music Malaysia
menawarkan Ada Band untuk mempromosikan albumnya di Malaysia. Namun setelah
album kedua, Iso dan E'el hengkang dari Ada Band.
Langganan:
Postingan (Atom)




